Buku ini
mengisahkan perjuangan wanita Indonesia dalam mencapai cita-citanya. Termasuk
buku modern disaat sebagian besar masyarakat Indonesia masih dalam pemikiran
lama (1936). Buku ini banyak memperkenalkan masalah wanita Indonesia dengan
benturan-benturan budaya baru, menuju pemikiran modern. Hak-hak wanita, yang
banyak disusung oleh budaya modern dengan kesadaran gender, banyak diungkapkan
dalam buku ini dan menjadi sisi perjuangannya seperti berwawasan luas dan
mandiri. Didalamnya juga banyak memperkenalkan masalah-masalah baru tentang
benturan kebudayaan antara barat dan timur serta masalah agama.
Adanya emansipasi wanita yang
bermakna laki-laki dan wanita adalah sederajat. Sehingga wanita janganlah
memikirkan dirinya sendiri tapi berjuang dalam masyarakat untuk kemajuan bangsa
dan kaumnya.Segala sesuatu yang dilakukan tidak hanya menggunakan logika atau
perasaan saja, tapi juga harus dengan perhitungan yang matang. Mimpi atau
sesuatu yang maya perlu tapi janganlah membuat orang berhenti untuk berpikir,
melainkan berpikir dan bertindak bagaimana hal yang maya menjadi nyata.
Masalah yang datang harus dihadapi
bukan dihindarkan dengan mecari pelarian. Seperti perkawinan yang digunakan
untuk pelarian mencari perlindungan, belas kasihan dan pelarian dari rasa
kesepian atau demi status budaya sosial. Kaum terpelajar janganlah bercita-cita
menjadi pegawai dengan gaji besar dan duduk di belakang meja, melainkan harus
turun juga ke lapangan dan menciptakan lapangan kerja.
Para wanita di masa lalu adalah wanita
yang mempunyai karakter yang lemah, tidak mandiri dan kolot, karakter ini akan
terkikis karna peningkatan pendidikan wanita. Di novel Layar Terkembang ini
diketahui bahwa memprediksikan di masa yang akan datang perempuan itu terdidik,
kreatif, pekerja keras, inisiatif hidup mandiri seperti Jika wanita memiliki
predikat wanita modern, maka harus memiliki tiga karakteristik yaitu:
Kebebasan, kreatifitas dan kepercayaan diri, disamping menjadi wanita karir dia
dapat melakukan tugas tanggung jawab publik dan domestik.
Didalam buku tersebut menggambarkan
kehidupan wanita di masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Para
wanita Indonesia di masa yang akan datang tidak hanya memiliki tiga karakter
yang disebutkan sebelumnya tetapi mereka juga dapat menyeimbangkan tugasnya
sebagai wanita karir dan domestik.
